Juara Olimpiade Indonesia Kabur


Begitu banyak orang-orang pintar (baca: bukan dukun), telah ditelurkan dari negeri ini. Tapi sebagian besar orang-orang tersebut, pintarnya nggak bisa disalurkan di negeri ini. Dan tanpa kita sadari ( baca : tanpa kita tahu), sejak tahun 1993, sudah 50 juara Olimpiade sains Nasional(OSN) asal Indonesia yang lahir dan PERNAH hidup di Indonesia, direkrut Negara serumpun kita SINGAPURA melalui program beasiswa GRATIS dari berbagai Universitas Negara kecil tersebut. Sementara itu, Departemen Pendidikan Nasional tidak dapat berbuat apapun dan dengan ikhlasnya membiarkan para ahli sains pergi ke negeri orang. Depertemen yang berdiri langsung di bawah presiden itu, hanya melakukan pencatatan berapa banyak orang-orang pintar yang kebur keluar negeri untuk Belajar, emang bodohkah guru-guru, dosen-desen, dan pengajar di negeri ini? NGGAK. Sebernarnya alasan mereka mencari pendidikan di luar negeri kar’na satu kata ajaib yang jarang kita temukan di Indonesia( khususnya di bidang pendidikan), yaitu GRATIS. Ya gratislah yang membuat mereka kabur, berduyun-duyun dari orang pintar tersebut bahkan pelajar-pelajar dan masiswa lainnya ikut-ikutan mencari pendidikan gratis di luar negeri.

Kembali ke soal juara olimpiade tadi, Singapura dengan senang hati menyembuat ke 50 juara olimpiade tadi di negeri mereka. Dua universitas terkenal di singapura yaitu Nangyang Technological University dan National of Singapore, bersedia menampung dan mengayomi mereka dalam menmpuh pendidikan. Jika tidak kita antisipasi, maka para OSN ini, juga akan diambil Negara lain. Untunglah, salah satu Mitra OSN, yaitu lembaga sosial, Sampoerna Foundation, berusaha menyelamatkan Juara OSN dengan memberikan beasiswa kapada juara-juara tersebut. Tujuannya tentu, agar Calon invetor tidak jadi( baca: berniat) untuk hijrah ke negara lain.


“ Bayangkan bila ada puluhan lagi anak-anak yang cerdas pindah ke negeri orang lain, Indonesia benar-benar rugi besar.” Tutur Direktur komunikasi Sampoerna Foundation, Sapto H. Sakti.
Menurutnya, Sampoerna Foundation mengajak semua pihak khusunya dunia industri untuk tergerak memberikan penghargaan yang sepandan kepada calon-calon investor juara olimpiade sains. Singapura sangat paham pentingnya penguasaan iptek dalam pembangunan industri mereka. Oleh sebab itu Indonesia jangan sampai kalah dengan mereka, mereka membangun, kita juga membangun dan bangkit selangkah di depan mereka.
Mudah-mudahan tidak hanya Sampoerna Foundation saja yang ikut membangun, semoga muncul lagi lembaga-lembaga yang tentunya memberika Lambang GRATIS untuk pendidikan, dan yang paling utama adalah Pemerintah, ayo buktikan JANJIMU, mana pendidikan gratis ?, Mana uang APBN yang konon 10%, hah?
Mungkin masih lama pendidikan gratis di negeri ini. Tapi AKU NGGAK psimis yang jelas pada suatu saat di Indonesia pasti ada namanya pendidikan itu Gratis, semoga 2009 BISA. Amin. Dibawah ini ada daftar lembaga-lembaga yang memberikan beasiswa gratis. Semoga bisa membantu. Let’s to Revolution 100 years Indonesia National Resurrection.


PEMBERI BEASISWA
SD-SLTA
1.Gerakan Orang tua Asuh www.gn-ota.or.id
2.Kantor pusat YAAB ORBIT, Gedung The Habibie Center Lt 1, jln. Kemang Selatan, telp. 021-78846927, atau bisa dihubungi lewat email yaaborbitpusat@yahoo.com
3.Sampoerna Foundation, jln Jenderal Sudirman kav 45, Jakarta 12930, FREE TALK 0-800-1-90009(GUsde dan Ratri) info@ sampoernafoundation.org
4.Tonoto foundation PO BOX 2117/jkp 10021

0 Responses to "Juara Olimpiade Indonesia Kabur"

Posting Komentar