100 Tahun Kebangkitan Nasional 1908-2008


Seratus tahun yang lalu kita belum membayangkan arti kemerdekaan dan mungkin kemerdekaan itu hanyalah mimpi. Mimpi rakyat yang terkesan jauh dari realita. Bangsa belanda masih rame mengubrak-abrik Indonesia semetara si Ayam Kate dari Timur sedang mempersiakan senjata perangnya, tentu, merebut Indonesia dari Belanda. Rakyat semakin bodoh direndam untuk memenuhi kebutuhan pangan saja.

Hanya orang yang berpendidikan kala itu yang tahu bahwa kita bisa menentukan nasib kita sendiri dengan merubah mimpi tadi menjadi kenyataan( Dreams Revolution to Reallity).

Tabi bagaiman kita bisa merubah mimpi menjadi kenyataan dengan langkah-langkah yang kongkrit dan strategis, butuh bukan hanya sekedar pendidikan tapi juga keberanian kerelaan dan kearifan. Tentu awal mula dari semua itu adalah sebuah PENDIDIKAN.

Dr. Soepomo dan kawan-kawan telah membuktikannya seratus tahun yang lalu dan sekarang kita telah menikmatinya. Mungkin sebagian besar dari kita menganggap kebangkitan ya kebangkitan, padahal kebangkitan itu adalah sebuah proses, proses berubah menjadi lebih baik dari sebelumya. Dahulu saat kita dijajah, kita dengan bodohnya memeras keringat yang hasilnya penjajah yang menikmatinya, ditendang, ipukul, dan diberlakukan tanpa prikemanusian. Tapi dengan lahirnya tokoh-tokoh kaum teladan dan berpendidikan, perlahan tapi pasti mereka bisa mengubah Indonesia. Kini kita bisa dengan bebasnya bekerja tanpa harus dipotong pajak 75%, bisa menonton tv sampai mata bengkak, makan banyak-banyak sampai perut meledak, dan tentu bisa membaca tulisan ini tanpa harus dimarahi pemerintah untuk berinternet ria. Semua itu seolah-olah bukan masalah……

Tahun 2000 saya sempat membaca tulisan ITHOLIC Indonesia, Dr. Onno W. Purbo (pencentus internet dengan antenna kaleng) yang berjudul” Kebnagkitan Nasional kedua berbasis Teknologi Informasi”( Bagi yang mau mendownloadnya silahkan klik disini  . Tulisan tersebut menarik menurut saya, bagaiman semangat beliau yang begitu membaranya untuk memperjuangkan cita-cita agar BANDWIDTH internet di Indonesia murah bahkan kalau bisa gratis (Tapi sayang, tarif internet di Indonesia tahun ini Cuma turun 8% dari tahun lalu, tapi tidak masalah yang penting turuuuuuuuuuun). Dalam artikelnya tersebut, Dr. Onno mengalami masalah besar dalam melaksanakan tujuannya, karena minimnya dukungan dan bantuan dari pemerintah.

Bill Gates mengatakan revolusi informasi di seluruh dunia belum terjadi, bilamana revolusi itu terjadi adalah ketika bandwidth sudah menjadi sangat murah, layaknya membeli kacang di warung. Bandwidth bisa dikatakan kata kunci untuk sementara ini. Kata kunci lainnya adalah konten. Konten yang baik atau yang buruk( kekerasan dan xxx) itulah permasalah keduanya.

Budi Putra yang merupakan mantan wartawan Tempo(bukan karena di PHK ia mendapat gelar mantan, tapi itu karena inisiatifnya sendiri) yang kini menjadi FULLTIME blogger, meyakini masa depan internet ada pada dunia BLOGGING dan masa depan BLOGGING itu ada pada kontennya.

0 Responses to "100 Tahun Kebangkitan Nasional 1908-2008"

Posting Komentar