Bahasa Indonesia di Australia

ICT

Aku bener-bener terharu sama Indonesia, ketika membaca artikel ini…hiks-hiks…seru sekali kaya nonton 007..akhirnya hanya satu kata yang bisa aku ucapkan untuk Indonesia “ BANGGA”….
“Artikel kuambil dari wikimu”




“Tahukah Anda bahwa bahasa Indonesia menjadi mata pelajaran wajib di sebagian besar sekolah di Australia Barat? 187 sekolah (dasar dan menengah) dari 768 sekolah di Australia Barat memiliki mata pelajaran bahasa Indonesia*. Umumnya bahasa Indonesia mulai diajarkan satu kali seminggu mulai kelas 3 SD, tapi beberapa sekolah memulai pengajaran bahasa Indonesia di kelas 2, atau kelas 1 SD. Di sekolah-sekolah tersebut, Bahasa Indonesia menjadi mata pelajaran wajib hingga kelas 8. Di kelas-kelas berikutnya, bahasa Indonesia menjadi mata pelajaran pilihan,
Saat ini saya menjadi asisten guru bahasa Indonesia di Australia Barat. Di tahun-tahun sebelum saya terlibat dalam Indonesian Language Assistant Program saya tidak pernah tahu bahwa ada sekolah di luar negeri yang mengajarkan bahasa Indonesia. Yang saya tahu, ada universitas atau lembaga yang mengajarkan bahasa Indonesia untuk penutur asing, tapi saya tidak pernah berpikir bahwa anak-anak sekolah dasar dan menengah juga mempelajari bahasa kita. Dan setelah mengetahui seluk beluk pengajaran bahasa Indonesia di sini saya benar-benar berdecak kagum dan bahkan terharu.
Usaha pengajaran bahasa Indonesia di Australia Barat dilakukan dengan sungguh-sungguh. Setidaknya itulah yang saya rasakan. Sekolah-sekolah yang saya kunjungi memiliki ruangan bahasa Indonesia tersendiri. Setiap masuk ruangan-ruangan tersebut saya merasa terharu. Dinding-dinding dipenuhi poster-poster mengenai Indonesia, contoh: jenis makanan, pakaian tradisional, nama hari, nama bulan, warna (dalam bahasa Indonesia). Ada pula boneka berseragam sekolah anak-anak SD Indonesia (putih merah). Wayang kulit, topeng, angklung, miniatur rumah adat dan kendaraan tradisional dipajang di rak-rak. Buku cerita, majalah dan komik berbahasa Indonesia disediakan di rak tersendiri. Frase-frase berbahasa Indonesia seperti selamat pagi, selamat siang, apa kabar?,baik-baik saja, terimakasih, boleh saya ke kamar kecil?, boleh saya pinjam..., dengarkan, tulislah, ditulis di kertas dan dipajang di dinding untuk membantu murid-murid berkomunikasi dalam bahasa Indonesia, Di sekolah menengah, poster-poster penyanyi Indonesia juga dipajang di dinding. Guru-guru benar-benar berusaha menampilkan apa saja yang dapat menarik minat siswa untuk mempelajari bahasa Indonesia.
Saya semakin terharu ketika menyaksikan proses belajar mengajar bahasa Indonesia. Guru memeriksa kehadiran murid dengan memanggil nama mereka satu-satu. Setiap murid menyahut 'ada' ketika namanya dipanggil. Di sekolah dasar, pelajaran seperti 'siapa namamu?' dan 'nama saya ...' dilakukan berulang-ulang dengan aktivitas yang berbeda-beda. Tujuannya agar murid ingat meski jam belajarnya terbatas. Murid-murid juga belajar bernyanyi lagu-lagu Indonesia, misalnya Burung Kakatua (mereka suka bagian trekdung, trekdung, trekdung tralala). Di beberapa kesempatan mereka belajar bermain angklung, dan bahkan menari poco-poco. Mereka benar-benar menghargai bahasa dan budaya Indonesia.
Saya menulis artikel ini untuk sekedar bercerita bahwa bahasa dan budaya Indonesia sangat dihargai di sini. Jangan sampai kita, sebagai bangsa yang memiliki bahasa dan budaya tersebut justru tidak peduli atau malah lebih parah, menjunjung tinggi budaya Barat dan melupakan budaya sendiri.”
*berdasar situs Departemen of Education and Training of Western Australia”






0 Responses to "Bahasa Indonesia di Australia"

Posting Komentar